Senin, 08 Februari 2010

Bab II
Etika dan Moral dalam Menggunakan Teknologi Informasi dan
Komunikasi
Dalam dunia Teknologi Informasi (atau IT/Information Technology), masalah yang
berhubungan dengan etika dan hukum bermunculan, mulai dari penipuan, pelanggaran,
pembobolan informasi rahasia, persaingan curang sampai kejahatan yang sifatnya pidana
sudah sering terjadi tanpa dapat diselesaikan secara memuaskan melalui hukum dan
prosedur penyidikan yang ada saat ini, mengingat kurangnya landasan hukum yang dapat
diterapkan untuk perbuatan hukum yang spesifik tersebut seperti pembuktian dan alat
bukti.
Terdapat dua jenis peraturan, yaitu peraturan tidak tertulis berupa norma yang berlaku,
dan peraturan tertulis berupa perundang-undangan yang secara resmi disahkan oleh suatu
lembaga yang berwenang. Norma yang berlaku sebenarnya tidak ada kepastian secara
hukum, namun masyarakatlah yang dapat menilai apakah prilaku seseorang sesuai dengan
norma atau tidak. Sedangkan undang-undang jelas mengatur apa saja yang harus dan tidak
boleh dilakukan. Begitu pula dalam teknologi informasi, terdapat norma yang membatasi
seseorang dalam menghadapi teknologi ini berupa etika dan moral, dan terdapat pula
hukum dan perundang-undangan yang mengatur dengan jelas apa yang boleh dan tidak
boleh dilakukan.
2.1. Undang-undang Hak Cipta dan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI)
Di awal pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri telah disahkan dua buah undangundang,
yaitu tentang Paten dan Merek pada tahun 2001 yang telah disahkan pada tanggal
1 Agustus 2001. Kemudian pada tanggal 29 Juli 2002 kembali disahkan Undang-undang
mengenai Hak Cipta. Dengan demikian, Undang-undang Perlindungan Hak atas
Kekayaan Intelektual (HaKI) meliputi UU RI No. 14 Tahun 2001 tentang Paten, UU RI
No. 15 Tahun 2001 tentang Merek, dan UU RI No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.
Semua perundang-undangan tersebut ditujukan untuk melindungi hak atas kekayaan
Pengantar Komputer Budi Setyono 25/64
intelektual. Pada materi kali ini akan dikhususkan pada pembahasan mengenai Undangundang
Hak Cipta dalam menghadapi teknologi informasi.
Perlindungan Hak Cipta tidak diberikan kepada ide atau gagasan karena karya cipta harus
memiliki bentuk yang khas, bersifat pribadi dan menunjukkan keaslian sebagai Ciptaan
yang lahir berdasarkan kemampuan, kreativitas, atau keahlian sehingga Ciptaan itu dapat
dilihat, dibaca, dan didengar.
Undang-undang No. 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta terdiri, dari 15 bab, 78 pasal.
Adapun inti dari tiap bab, antara lain:
Bab I : Ketentuan Umum
Bab II : Lingkup Hak Cipta
Bab III : Masa Berlaku Hak Cipta
Bab IV : Pendaftaran Ciptaan
Bab V : Lisensi
Bab VI : Dewan Hak Cipta
Bab VII : Hak Terkait
Bab VIII : Pengelolaan Hak Cipta
Bab IX : Biaya
Bab X : Penyelesaian Sengketa
Bab XI : Penetapan Sementara Pengadilan
Bab XII : Penyidikan
Bab XIII : Ketentuan Pidana
Bab XIV : Ketentuan Peralihan
Bab XV : Ketentuan Penutup
Untuk lebih jelas lagi sebaiknya langsung bereferensi pada buku Undang-undang
Perlindungan HaKI yang memuat juga penjelasannya. Buku undang-undang tersebut yang
sudah tersebar di mana-mana.
Pengantar Komputer Budi Setyono 26/64
Tugas 2.1.
a. Apa saja yang mencakup UU tentang HaKI?
b. Mengapa hak cipta ide dan gagasan tidak dilindungi secara hukum? Jelaskan!
c. Buat komentar mengenai isi tentang Undang-undang perlindungan HaKI, khususnya
Undang-undang RI No. 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta.
Pengantar Komputer Budi Setyono 27/64
2.2. Etika dalam Teknologi Informasi dan Menghargai Karya Orang Lain
Teknologi informasi (IT), erat kaitannya dengan teknologi komputer (sebagai perangkat
keras/hardware), dan program aplikasi (sebagai perangkat lunak/software). Keduanya
berkembang begitu pesat akhir-akhir ini. Barang siapa menguasai teknologi informasi,
maka dia tidak akan ketinggalan. Permasalahan yang ada, di satu sisi kebutuhan akan
sistem komputer terus bertambah, di sisi lain daya beli terhadap perangkat baru semakin
menurun, terutama dengan nilai tukar rupiah yang terus merosot. Sebagian software baru
cenderung membutuhkan spesifikasi hardware yang lebih tinggi dari sebelumnya. Kondisi
demikian memancing masyarakat yang gemar ngutak-atik teknologi informasi untuk
melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma dan hukum untuk mendapatkan
keuntungan dari tindakannya tersebut.
Tindakan penggunaan teknologi informasi yang bertentangan dengan moral dan undangundang
yang berlaku dan banyak dibicarakan saat ini, antara lain:
a. Hacking/cracking
Tindakan pembobolan data rahasia suatu institusi, membeli barang lewat internet dengan
menggunakan nomor kartu kredit orang lain tanpa izin (carding) merupakan contohcontoh
dari tindakan hacking. Orang yang melakukan hacking disebut hacker. Begitu pula
dengan membuka kode program tertentu atau membuat suatu proses agar beberapa tahap
yang harus dilakukan menjadi terlewatkan (contoh: cracking serial number) apabila
dilakukan tanpa izin juga merupakan tindakan yang menyalahi hukum.
b. Pembajakan
Mengutip atau menduplikasi suatu produk, misalkan program komputer, kemudian
menggunakan dan menyebarkan tanpa izin atau lisensi dari pemegang hak cipta
merupakan pembajakan, dan masuk kategori kriminal. Contohnya, ketika seseorang
menduplikasi program Microsoft Office, kemudian diinstalasi tanpa membeli lisensi yang
sah. Walaupun memang harga lisensi program tersebut relatif mahal untuk ukuran rataPengantar
Komputer Budi Setyono 28/64
rata pendapatan per kapita di Indonesia, namun apabila tindakan tersebut dituntut oleh
pemegang hak cipta, maka pelaku pembajakan yang dalam posisi lemah akan dikenai
sanksi dan konsekuensi sesuai hukum yang berlaku.
c. Browsing situs-situs yang tidak sesuai dengan moral dan etika kita
Membuka situs dewasa bagi orang yang belum layak merupakan tindakan yang tidak
sesuai dengan norma dan etika. Teknologi internet yang dapat memberikan informasi
tanpa batas akan mengakibatkan tindakan yang beragam, mulai dari tindakan-tindakan
positif sampai negatif. Orang yang tahu akan manfaat internet dan memanfaatkan secara
positif akan mendapatkan hasil yang positif pula, dan begitu juga sebaliknya.
Untuk menanggulangi perilaku di atas, maka dikeluarkanlah undang-undang. Bagi yang
melanggar akan mendapatkan konsekuensi sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya.
dan tidak kalah pentingnya dukungan segenap masyarakat baik itu keluarga, teman, serta
lingkungan masyarakat lainnya untuk mendukung dan menyadari akan pentingnya
pemanfaatan teknologi informasi dengan benar.
Pembajakan software yang sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia ini harus
mulai disapu bersih karena akan menyebabkan hasil karya produk Teknologi Informasi
Indonesia tidak diakui dunia internasional. Demikian salah satu kesimpulan National Open
Source Workshop and Conference (Noswoc) di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
25-26 September 2000 (www.detik.com, Kamis (28/9/2000).
Untuk menghadapi masalah seperti ini, tergantung kita sebagai pengguna yang harus
pintar-pintar mengatur pengeluaran disesuaikan dengan kebutuhan. Tidak ada salahnya
membeli software yang membutuhkan biaya lisensi tinggi apabila diperlukan. Namun
dengan adanya kemajuan teknologi software yang tidak terbatas di seluruh penjuru dunia
memicu kita untuk mencari dan terus mencari software dengan biaya murah tapi
performance/kinerja yang tidak kalah dengan software mahal. Bahkan sekarang ini banyak
software yang free atau bebas digunakan tanpa diharuskan membeli lisensi yang cukup
mahal, mengingat keadaan perekonomian kita yang belum begitu membaik.
Pengantar Komputer Budi Setyono 29/64
Oleh karena itu, jalan keluarnya jika merasa berat untuk membeli lisensi program yang
komersil, gunakanlah program yang open source atau free yang memiliki lisensi murah
atau bahkan gratis. Banyak produsen atau komunitas pengembang software yang
mengedarkan produknya secara gratis/free, tergantung kejelian kita dalam memilih
barang. Misalnya, program yang setara dengan Microsoft Office yaitu Open Office.org.
Open Office.org merupakan program yang dijalankan pada platform Linux, dan Linux pun
merupakan Operating System yang open source juga.
Pengantar Komputer Budi Setyono 30/64
Tugas 2.2.
a. Apakah yang dimaksud dengan pembajakan!
b. Adakah alternatif dalam menghadapi praktek pembajakan di Indonesia, namun dengan
biaya seminimal mungkin?
c. Apa yang anda peroleh dari internet?
d. Apakah semua informasi yang ada di internet itu benar dan jujur?
Pengantar Komputer Budi Setyono 31/64
Kunci Jawaban:
Tugas 2.1.
a. UU RI No. 14 Tahun 2001 tentang Paten, UU RI No. 15 Tahun 2001 tentang Merek,
dan UU RI No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.
b. Karena tidak tampak, tidak memiliki bentuk yg khas, tidak dapat dibaca, dilihat, dan
didengar. Akan sulit untuk menyelidiki ide dan gagasan yang memiliki karakteristik di
atas
c. Jawaban pada bagian ini dapat beragam tergantung dari pemahaman masing-masing
siswa. Alangkah baiknya jika para siswa menelaah tentang undang-undang ini
langsung pada buku pegangan mengenai perundang-undangan HaKI.
Pengantar Komputer Budi Setyono 32/64
Tugas 2.2.
a. Proses penggandaan hak cipta orang lain tanpa disertai dengan syarat-syarat yang
harus dipenuhi untuk mendapatkan lisensi dari produk tersebut.
b. Menggunakan free dan/atau open source program
c. Banyak, informasi-informasi yang dibutuhkan. Tergantung kita memanfaatkannya
bagaimana, positif atau negatif.
d. Tidak selalu.
Pengantar Komputer Budi Setyono 33/64
Bab III
Pengenalan Sistem Operasi dan Manajemen File
Pada bab ini akan dibahas mengenai sistem operasi, program aplikasi, dan pengelolaan file
yang bakal sering ditemui oleh pemakai komputer saat menggunakan perangkat elektronik
tersebut.
3.1. Operasi Dasar Komputer dan Pengenalan Sistem Operasi (Operating
System/OS)
Untuk membuat sistem operasi dan program aplikasi serta sistem komputer yang
digunakan dapat berjalan baik dan memiliki umur yang lebih panjang, ialah dengan
melakukan proses menyalakan dan mematikan (shutdown) komputer dengan benar.
a. Menghidupkan dan Mematikan Komputer
Tahapan menghidupkan komputer antara lain:
- Menyalakan stabilizer (jika ada),
- Menyalakan komputer dengan memijit power komputer, biasanya terletak di
bagian depan casing (boks tempat komponen utama komputer)
- Menyalakan monitor. Akan terlihat komputer melakukan booting, setelah itu
masuk sistem operasi, misal Sistem Operasi Windows98. Pada setting tertentu,
untuk menjaga keamanan, ada kalanya sistem meminta user name dan password
(proses log on/log in).
Setelah selesai menggunakan komputer, maka jangan langsung mematikan komputer
melalui tombol power atau menarik langsung kabelnya. Ada prosedur khusus yang
harus dilakukan untuk mematikannya. Jika prosedur tersebut tidak dilakukan maka
umur komputer akan semakin pendek dan kemungkinan rusak akan terjadi.
Lain halnya dengan menghidupkan komputer yang tinggal memijit tombol power,
mematikan komputer terlebih dahulu haruslah melalui program yang fungsi
Pengantar Komputer Budi Setyono 34/64
aplikasinya biasa disebut dengan shut down atau ada versi lain yang memakai istilah
turn off computer. Shut down didapat dengan:
- Klik start pada tool bar,
- Kemudian klik “shut down”. Akan ada dialog box yang mengkonfirmasikan
apakah komputer benar-benar akan dimatikan (shut down), stand by atau hanya
restart.
- Pilih “turn off” atau “shut down” untuk mematikan komputer.
- Klik OK, dan tunggu beberapa saat sampai komputer tersebut mati dengan
sendirinya atau jika tidak mati secara otomatis maka matikan melalui tombol
power. Tanda kalau komputer aman dimatikan biasanya dengan adanya pesan: It’s
now safe to turn off your computer.
Gambar 3.1. Mengoperasikan fungsi shut down dari start menu
Pengantar Komputer Budi Setyono 35/64
Gambar 3.2. Kotak dialog untuk konfirmasi apakah
komputer akan dimatikan, restart, atau hanya stand by
Seperti halnya pada sistem operasi Windows98, proses mematikan komputer pada sistem
operasi Linux pun sama mudahnya, antara lain (contoh berikut pada sistem operasi Linux
Mandrake 9.2 dengan jenis desktop KDE 3.1):
Klik Menu Utama “K” (identik dengan tombol start pada Windows) | log off ‘User’ | pilih
turn off | Ok
atau:
Klik kanan pada desktop | log off ‘User’ | pilih turn off | Ok
Gambar 3.3. Tampilan desktop pada sistem operasi Linux Mandrake9.2, tidak jauh berbeda dengan
sistem operasi Windows
Setelah dipilih tombol OK, sistem akan melakukan proses shut down, kemudian komputer
aman untuk dimatikan, atau pada jenis CPU tertentu komputer akan mati dengan
sendirinya.
Klik “menu
utama” di sini
Pengantar Komputer Budi Setyono 36/64
Mengapa proses tersebut harus dilakukan, karena saat proses shut down, semua proses dan
program yang tadinya dibuka, seperti file, screen saver, dan program lainnya yang berada
di memori dikembalikan ke harddisk sebagai media penyimpanan data yang permanen.
Dengan demikian, komputer tidak akan “kaget” saat dimatikan.
b. Sistem Operasi dan Program Aplikasi
Pada sub-bab ini akan dibahas mengenai pengenalan Sistem Operasi (OS) dan program
aplikasi. Sistem operasi dibutuhkan untuk mendukung pengembangan dan pengoperasian
program aplikasi. Sedangkan program aplikasi, atau singkatnya disebut juga aplikasi saja
atau program saja, merupakan program yang dibangun berisikan fungsi atau metode
spesifik yang digunakan langsung oleh user, misalnya aplikasi perkantoran/ office (Ms.
Word), grafis (Corel Draw), dan sebagainya.
Sistem operasi merupakan sebuah penghubung antara pengguna dari komputer dengan
perangkat keras komputer. Pengertian sistem operasi secara umum ialah pengelola seluruh
sumber-daya yang terdapat pada sistem komputer dan menyediakan sekumpulan layanan
(system calls) ke pemakai sehingga memudahkan dan menyamankan penggunaan serta
pemanfaatan sumber-daya sistem komputer
Sebuah perangkat komputer canggih tanpa sistem operasi ibarat sebuah perusahaan besar
tanpa karyawan, yang mana perusahaan tersebut akan tidak berjalan sebagaimana
mestinya. Atau dapat pula diibaratkan sebuah negara besar tanpa pemerintahan.
Perintah-perintah yang dilakukan oleh pengguna komputer untuk memanfaatkan sumber
daya komputer yang ada seperti proses pencetakan, proses scanning (pengambilan
gambar), proses pengetikan, dan proses-proses lainnya dikerjakan oleh sistem operasi
yang berbentuk software atau sekumpulan baris program.
Seiring dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi, pada saat ini terdapat berbagai
sistem operasi dengan keunggulan masing-masing. Untuk lebih memahami sistem operasi
Pengantar Komputer Budi Setyono 37/64
maka sebaiknya perlu diketahui terlebih dahulu beberapa konsep dasar mengenai sistem
operasi itu sendiri.
Tujuan mempelajari sistem operasi sebelum mempelajari software-softare yang lainnya
diantaranya adalah untuk mengetahui perintah-perintah dasar dari mengoperasikan
komputer serta untuk dapat terbiasa bernavigasi dengan komputer,
Dengan semakin cepatnya teknologi berkembang, serta semakin banyaknya orang untuk
mempelajari komputer, pada saat ini banyak sekali terdapat sistem operasi yang masingmasing
memiliki kekurangan dan kelebihan.
Apakah semua sistem operasi sama?
Pada dasarnya cara kerja semua sistem operasi adalah sama, namun perbedaannya antara
lain adalah cara bernavigasi, ketersediaan informasi mengenai sistem operasi tersebut,
dominasi pasar, software atau progrram aplikasi pendukung, dan lain-lain.
Saat ini sistem operasi yang paling banyak digunakan adalah Microsoft Windows yang
dikembangkan perusahaan Microsoft Corporation di Bellevue, Washington yang dulunya
dikepalai oleh William Bill Gates sebagai pengembang sistem operasi Microsoft (Ms.).
Sebelum Ms. Windows mucul, operating system pertama kali yang di kembangkan oleh
Microsoft Coporation adalah MS-DOS yang kini telah banyak ditinggalkan oleh pengguna
komputer.
Perusahaan Microsoft memasarkan produk Windows versi pertama pada tahun 1985. Pada
saat itu, kelebihan Windows dari versi sebelumnya adalah kemudahannya untuk
digunakan (user friendly) karena menggunakan sistem GUI (Graphical User Interface)
yaitu perintah komputer yang dilakukan melalui gambar-gambar atau grafik (tinggal click
and drag) yang telah dirancang untuk memudahkan user (pengguna komputer) untuk
melakukan perintah-perintah komputer (bernavigasi), kemudian kelebihan lainnya adalah
multitasking (yaitu dapat mengerjakan beberapa program serentak dalam bentuk windows
Pengantar Komputer Budi Setyono 38/64
(jendela) yang dapat berpindah dari satu windows ke windows yang lain, dan dapat
mentransfer informasi diantara aplikasi.
Perkembangan Operating System Windows
Windows 3.0 di-release tahun 1990
Windows 95 di-release tahun 1995
Windows 98 di-release tahun 1998
Windows 98 SE di-release tahun 1999
Windows Me di-release tahun 2000
Windows 2000 Profesional di-release tahun 2000
Windows XP di-release tahun 2001
Alangkah baiknya jika mempelajari pula sistem operasi lain selain Microsoft Windows,
seperti sistem operasi Linux secara lebih dalam lagi. Pembahasan Linux pada bab ini
dibahas sepintas saja hanya sebagai pembanding kalau ternyata Linux itu
pengoperasiannya tidak jauh berbeda dengan Windows. Dengan mengetahui lebih dari
satu jenis sistem operasi, diharapkan dapat membandingkan kemudian mengetahui
kelebihan dan kekurangan masing-masing sistem operasi tersebut.
Mengoperasikan Sistem Operasi Windows
Walaupun begitu banyak sistem operasi yang beredar di dunia ini, namun hanya sedikit
saja yang kita kenali dan gunakan, seperti sistem operasi Windows, Unix, dan Linux. Pada
pembahasan kali ini, studi kasus dilakukan pada sistem operasi Windows 98 karena saat
ini sistem operasi ini masih banyak digunakan. Pada Windows mulai versi Windows 95,
Windows 98, Windows ME, Windows 2000, sampai Windows XP memiliki fitur dan
arsitektur yang tidak jauh berbeda. Dengan demikian, jika telah menguasai sistem operasi
Windows 98, maka tidak akan sulit untuk mempelajari lebih jauh sistem operasi Windows
versi lainnya. Ditampilkan pula beberapa contoh screenshoot tampilan window dari Linux
Mandrake 9.2 sebagai pembanding dan informasi bahwa menggunakan Linux tidak jauh
berbeda dengan Windows, karena masing-masing telah menggunakan GUI.
Pengantar Komputer Budi Setyono 39/64
*catatan: harus dibedakan antara Windows sebagai sistem operasi (seperti Ms. Windows
98™), dan window(s) yang memiliki arti tampilan GUI program aplikasi atau sistem
operasi, yang memang menyerupai jendela-jendela.
Desktop Komputer
Desktop komputer merupakan tampilan utama sistem operasi setelah proses loading
pertama kali komputer dinyalakan. Desktop ini merupakan ibarat sebuah meja kerja,
dimana terdapat perangkat-perangkat kerja mana saja yang akan digunakan. Pada desktop
komputer terdapat menu atau ikon yang dapat di-klik sebagai shortcut (cara cepat) untuk
mengoperasikan software yang diperlukan.
Gambar 3.4. Desktop Windows
Pengantar Komputer Budi Setyono 40/64
Gambar 3.5. Desktop Linux
Memanggil program
Program-program yang telah terinstalasi di komputer berada di start menu program yang
dapat dipilih mana program aplikasi yang akan dijalankan.
Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut
- Klik Start di bagian kiri bawah
- Pilih program, dengan menggeser posisi pointer ke menu program di bagian atas
- Kemdian akan muncul menu dan pilih salah satu program/aplikasi yang akan
dijalankan dengan menggeser posisi kursor tersebut dan mengklik mouse.
Berikut adalah contoh memilih program yang akan di panggil.
Desktop
Menu Utama
Desktop Icon
Aplikasi yang
sedang dibuka
Pengantar Komputer Budi Setyono 41/64
Gambar 3.6. Memanggil program Ms. Word
Menutup Program
Menutup program aplikasi haruslah dilakukan setelah program tersebut digunakan, hal ini
untuk menghemat memori komputer serta agar windows komputer terlihat rapih
Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
- Klik file kemudian pilih close
- Atau dengan mengklik langsung tanda silang di bagian kanan atas
Pengantar Komputer Budi Setyono 42/64
Gambar 3.7. Aplikasi Word Processor pada Windows98 (Ms. Word)
Gambar 3.8. Aplikasi Word Processor pada Linux (OpenOffice.org Writer)
Apabila dipijit tombol pada keyboard ctrl+alt+del, maka akan muncul window
sebagaimana pada Gambar 3.9. Pada window tersebut terdapat pilihan End Task, yaitu
Pengantar Komputer Budi Setyono 43/64
menutup program. Hal ini dapat dilakukan pula jika kondisi program sedang hank/not
responding.
Gambar 3.9. Window Task Manager, menampilkan program yang sedang running
Gambar 3.10. Window Task Manager pada Windows XP
Pengantar Komputer Budi Setyono 44/64
Soal Latihan 3.1.
1. Apa yang di maksud dengan Operating System ?
2. Apa peran sistem operasi dalam sebuah sistem komputer?
3. Tuliskan sistem operasi yang anda kenal
4. Jelaskan pengertian berikut pada sistem komputer:
a. Hardware (perangkat keras)
b. Software (perangkat lunak)
5. Apa yang dimaksud dengan program aplikasi
6. Tuliskan contoh aplikasi yang beroperasi pada Windows, linux, dan beroperasi pada
keduanya!
7. Apa yang dimaksud dengan istilah free dan open source! Berikan contoh software-nya.
8. Apakah pengertian dari ikon ?
9. Langkah apa yang harus dilakukan untuk menutup sebuah program aplikasi?, sebutkan
2 alternatif
10. Bagaimana cara mematikan komputer yang benar?
Pengantar Komputer Budi Setyono 45/64
3.2. Manajemen File: Menggunakan Windows Explorer (Windows) atau Konqueror
(Linux) untuk Mengelola File dan Folder
Manajemen file dalam sistem operasi keluaran Microsoft Windows dapat dilakukan
dengan memanfaatkan fungsi dan fasilitas yang ada pada program aplikasi file manager
Windows Explorer (lihat gambar 3.11). Sedangkan untuk Linux, dalam hal ini Mandrake
9.2, dapat menggunakan aplikasi Konqueror (lihat gambar 3.12). Aplikasi-aplikasi
tersebut berfungsi untuk mengelola file dan folder, seperti menyalin file menjadi dua atau
lebih salinan, menghapus atau memindahkan file atau folder ke tempat lain, seperti ke
dalam disket atau folder lainnya.
Penggunaan menu dan operasi-operasi file pada Windows Explorer dan Konqueror ini
relatif mudah digunakan dan sederhana. Umumnya, Windows Explorer dieksekusi lewat:
Start Menu | Program | Accessories | Windows Explorer. Atau cara cepatnya dengan klik
kanan pada Start Menu, kemudian pilih Explorer. Sedangkan untuk mengelola file dengan
Konqueror, jika kita mengklik suatu direktori/folder, akan muncul dengan sendirinya,
misal: direktori ‘Home’, klik menu utama | Home.
Gambar 3.11. Tampilan Window Explorer, file manager tool pada sistem operasi Windows 98
Pengantar Komputer Budi Setyono 46/64
Gambar 3.12. Tampilan Konqueror, sebagai file manager tool pada sistem operasi Linux
Mandrake 9.2
a. Menu
Menu berisi kumpulan fungsi yang ada pada tampilan graphical user interface (GUI).
Dengan menu akan memudahkan melakukan operasi pada objek file maupun folder.
Contoh menu yang ada pada Windows Explorer yaitu: File, Edit, View, Go, Favorites,
Tool, Help. Sedangkan pada Konqueror: Location, Edit, View, Go, Bookmark, Tools,
Settings, Windows, Help. Apabila salah satu menu tersebut di-klik, akan keluar (pulldown)
item-item menu lainnya yang menunjukkan fungsi lebih spesifik, seperti pada menu
Edit, terdapat menu item: undo, cut, copy, paste, select All, dan lainnya. Sebenarnya,
menu-menu yang mempermudah dalam pengelolaan ataupun perubahan file tidak hanya
terdapat pada File Manager saja, Aplikasi seperti Internet Explorer, Microsoft Word,
Open Office.org serta aplikasi office lainnya banyak memanfaatkan kemudahan menu
tersebut.
Pengantar Komputer Budi Setyono 47/64
Gambar 3.13. Contoh tampilan Menu pull-down Window Explorer pada Windows 98
b. Folder dan File
Folder ialah tempat disimpannya satu atau lebih file komputer. Dalam bahasa Inggris,
folder artinya map, file sebagai berkas yang ada dalam map tersebut. Dengan adanya
folder dengan diberi nama tertentu yang berisi sekumpulan file diharapkan pengelolaan
penyimpanan data komputer dapat lebih teratur, rapi, tidak berceceran, dan mudah dicari.
File ialah elemen data pada penyimpanan sistem file. Dalam konteks sistem komputer, file
merupakan sebuah arsip/catatan/berkas yang disimpan dalam format digital. Karakteristik
file antara lain:
- Disimpan dalam bentuk besaran bytes (besaran pada penyimpanan data digital
- Memiliki kapasitas terbatas
- Disimpan dalam sistem penyimpanan yang tidak mudah hilang (permanen), tidak
ikut hilang saat komputer dimatikan
- Tersimpan dalam sebuah direktori (ruang/space pada sistem penyimpanan
komputer).
Pengantar Komputer Budi Setyono 48/64
- Memiliki nama. Nama file tersebut dapat dilibatkan saat melakukan operasi file,
seperti perintah operasi delete file pada DOS prompt> c:\delete test.txt. Dalam hal
ini, test.txt merupakan nama file.
c. Tipe Data File
Tipe data file pada komputer dapat berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dan
peruntukannya. Tipe data file tersebut antara lain berupa file image (gambar),
audio/audio-video (suara dan gambar hidup/film), text, file program, dan sebagainya.
Dalam penulisan nama file, perbedaan tipe data tersebut dibedakan pada penamaan
ekstensi dari nama file yang bersangkutan. Dengan adanya ekstensi, sebuah file dibaca
oleh OS (misal Windows) serta diasosiasikan dengan program yang sesuai. Ekstensi
sebuah file ditunjukkan dengan 3 digit abjad atau angka dibelakang nama file yang
dipisahkan dengan sebuah tanda titik. Sebuah ekstensi file diberikan berdasarkan jenis file
yang bersangkutan. Misalnya untuk file program, ekstensinya adalah .exe, ekstensi file ini
merupakan singkatan dari jenis file yang bersangkutan, yaitu EXEcutable. Contoh lainnya,
nama file: intro.mp3, merupakan file dengan nama intro dan ektensi .mp3, merupakan file
audio dengan format mp3; bab3.doc merupakan file dengan nama bab3 dan ekstensi .doc,
ekstensi yang merupakan singkatan dari DOCument.
Program aplikasi yang diinstalasi pada suatu OS, baik Windows, Linux ataupun OS
lainnya, akan membaca dan mengolah file yang memiliki ekstensi tertentu yang
dikenalinya. File dengan ekstensi .doc dapat dibaca oleh program aplikasi Ms. Word, file
dengan ekstensi .mp3 dapat dibaca oleh aplikasi mp3 player seperti winAmp. Dan
sebaliknya pula, file .mp3 tidak dapat dibaca (sulit dikenali) oleh Ms. Word, begitu pula
file .doc tidak dapat dibaca oleh winAmp.
Tugas: Carilah tipe data file selain contoh ekstensi file di atas beserta program aplikasi
yang dapat membaca dan mengolah file-file tersebut!
Pengantar Komputer Budi Setyono 49/64
d. Operasi File dan Folder
Operasi file dan folder relatif mudah jika dilakukan pada file manager seperti Windows
Explorer maupun Konqueror yang telah menggunakan graphical user interface. Berikut
ini beberapa operasi yang sering kali dilakukan pengguna (contoh kasus pada Windows
Explorer, secara umum cara pengoperasiannya relatif sama dengan Konqueror).
Membuat folder baru: Pilih menu: File | New | Folder. Tersedia pula pilihan untuk
membuat file baru dengan jenis file tertentu, seperti file txt, doc, zip, dan sebagainya.
Folder atau file baru tersebut akan tersimpan pada folder/direktori yang sedang dibuka
saat itu.
Gambar 3.14. Tampilan membuat folder baru pada Windows Explorer
Membuat folder/file baru dapat dilakukan pula dengan cara klik kanan tombol mouse pada
direktori yang akan disimpannya folder/file baru tersebut. Misal saat membuka folder My
Documents: klik kanan tombol mouse (pada kolom kanan) | New | Folder.
Pengantar Komputer Budi Setyono 50/64
Gambar 3.15. Tampilan membuat folder baru yang ditempatkan di folder My Documents
Kemudian di kolom bagian kanan akan muncul folder baru dengan nama ‘New Folder’
yang siap untuk diganti dengan nama sesuai dengan keinginan. Jika folder tersebut akan
diganti namanya dengan nama folder yang lain maka klik folder tersebut (yang akan di
ganti namanya) kemudian tekan F2 pada keyboard atau klik kanan, kemudian pilih
rename, kemudian ganti nama folder dengan nama yang diinginkan. Klik kanan | Rename |
tulis nama baru | Enter.
Gambar 3.16. Rename, dengan cara klik kanan pada folder yang akan diganti namanya
Pengantar Komputer Budi Setyono 51/64
Gambar 3.17. Mengganti nama folder
Drag and Drop, ialah memindahkan file/folder pada layar monitor dengan memilih
file/folder tersebut kemudian menekan terus tombol mouse selama mouse tersebut
digerakkan sampai pada posisi file/folder tersebut akan disimpan. Contoh, saat
memindahkan ikon dari satu posisi ke posisi lain pada desktop; dan memindahkan file ke
folder lain pada Windows Explorer.
Tombol mouse yang ditekan terus tersebut bisa tombol kiri maupun kanan. Bedanya, jika
tombol kanan yang ditekan, saat melepas tombol tersebut akan muncul pilihan apakah
file/folder tersebut akan dikopi, dipindah, buat shortcut baru, atau cancel untuk
membatalkan proses. Sedang jika tombol kiri hanya memindahkan atau mengkopi
file/folder dari posisi (path) lama ke posisi baru.
Berikut ini contoh copy file dengan cara drag and drop:
- Klik file yang akan di copy
- Kemudian tahan klik tersebut dengan mouse klik kiri
- Sambil menahan klik tersebut, arahkan kursor mouse ke tempat tujuan untuk
mengcopy dan lepaskan klik tersebut di tempat tujuan copy
- Hati-hati dalam mengcopy dengan cara ini, sebab jika menarik langsung dalam satu
kolom maka file tersebut akan pindah dan bukan copy
Pengantar Komputer Budi Setyono 52/64
Gambar 3.18. Drag and drop dengan klik kiri
Gambar 3.19. Drag and drop dengan menekan tombol kanan mouse
Format drive. Apabila disk diformat, maka data yang ada pada disk tersebut akan hilang.
Contoh kasus berikut melakukan format pada drive a: yaitu floppy disk. Adapun tahapan
yang dapat dilakukan ialah:
1. Masukkan disket tersebut ke dalam Floppy Disk
2. Klik mouse pointer pada drive A:\
Pengantar Komputer Budi Setyono 53/64
3. Klik kanan pada mouse kemudian akan muncul menu dan klik Format
4. Pilih format type full untuk diisk baru, atau quick untuk menghapus saja.
5. Masukkan label dengan nama sesuai kehendak
6. Klik start dan tunggu beberapa saat sampai proses format selesai
7. Kemudian Klik OK dan disket telah siap digunakan untuk diisi dengan data baru
sesuai kehendak
Gambar 3.20. Format disket, dipinggirnya progress proses format
Format dapat dilakukan pula pada DOS prompt. Posisikan kursor pada drive sistem, misal
drive c:\ . kemudian ketik perintah “format ”. Lengkapnya akan ditampilkan:
c:\format a:
Untuk melakukan format pada drive lain dengan cara yang sama.
Pengantar Komputer Budi Setyono 54/64
Gambar 3.21. Format disket pada DOS prompt
Copy file, dapat dilakukan dengan cara:
- drag and drop (telah dibahas sebelumnya)
- klik kanan pada file yang akan dicopy, kemudian pilih copy. Setelah itu klik kanan
pada folder tempat akan disimpannya file tersebut kemudian pilih paste.
- Klik file yang akan di copy | Klik menu edit | Pindahkan kursor ke folder yang
dituju | kemudian klik edit menu |pilih paste.
- Klik file yang akan di copy | klik tombol copy pada toolbar di atas | Pindahkan
kursor ke folder yang dituju | klik tombol paste pada toolbar.
Pengantar Komputer Budi Setyono 55/64
Gambar 3.22. Copy file dari menu atau toolbar
Gambar 3.23. Copy file pada drive a:
Pada prinsipnya, copy file dari harddisk ke disket atau sebaliknya sama saja dengan copy
file ke CD. Namun untuk copy file ke CD terdapat sedikit perbedaan yaitu terdapat satu
Pengantar Komputer Budi Setyono 56/64
tambahan proses yang biasa disebut burn atau write CD. Adapun tahapan copy data ke
CD, antara lain:
- Buka program aplikasi burning CD, seperti Nero, atau untuk Windows XP dapat
dilakukan langsung di Windows Explorer
- Copy data ke drive CD yang telah tersedia
- Burn CD, dengan cara memilih pada menu yang ada pada Aplikasi burning CD
(misal Nero) atau pilih ‘write file to CD’ bila melakukan copy data pada Windows
Explorer XP.
Menghapus file atau folder, dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut:
1. Pilih folder/file yang akan dihapus, kemudian tekan tombol delete pada keyboard,
tekan “yes” jika ada konfirmasi untuk penghapusan file.
2. Pilih folder/file yang akan dihapus, kemudian klik delete pada toolbar (tombol di atas),
jika ada konfirmasi maka tekan “yes”.
3. Pilih folder yang akan di hapus, kemudian pilih menu file dan pilih delete, jika ada
konfirmasi maka klik “yes”.
4. Pilih folder/file yang akan dihapus, kemudian klik kanan, pilih delete, jika ada
konfirmasi maka klik “yes”.
Pengantar Komputer Budi Setyono 57/64
Gambar 3.24. Delete file dengan klik kanan pada item yang akan dihapus
Mengembalikan file atau folder yang terhapus, atau tidak sengaja terhapus dapat
dilakukan dengan cara menggunakan fasilitas “recycle bin”. Fasilitas ini untuk
menampung sementara file-file yang belum lama terhapus, namun tidak semua file yang
terhapus dapat dikembalikan seperti semula. Jika kapasitas disk penuh atau file tersebut
telah benar-benar terhapus maka file tersebut tidak dapat dikembalikan seperti semula
Adapun caranya adalah sebagai berikut
1. Tutup semua aplikasi yang sedang berjalan
2. Double Klik “recycle bin” pada icon-icon yang berada di desktop
3. Cari file yang telah terhapus dan yang akan dikembalikan
4. Klik kanan pada nama file atau folder tersebut, kemudian klik restore, maka file yang
terhapus tadi telah kembali ke tempat semula
Pengantar Komputer Budi Setyono 58/64
Gambar 3.25. Mengembalikan data dari Recycle bin
Pengantar Komputer Budi Setyono 59/64
Soal Latihan 3.2.
1. Apa yang dimaksud dengan:
a. File
b. Folder
c. Ekstensi File
2. Tuliskan beberapa contoh jenis ekstensi file serta program yang mengasosiasikannya!
3. Berikan contoh program yang digunakan untuk mengelola file?
4. Jika membuka 2 dua buah program sekaligus, maka tombol apa yang digunakan untuk
berpindah dari satu program ke program lainnya?
5. Bagaimana cara mengembalikan file yang telah terhapus ?
6. Apakah fungsi dari format?
7. Fungsi apakah yang digunakan untuk menyalin atau menduplikasi file? Apakah file
tersebut dapat di duplikasi lebih dari dua buah?
8. Apakah fungsi dari cut? Jelaskan dengan singkat langkahnya?
Pengantar Komputer Budi Setyono 60/64
Kunci Jawaban
Jawaban Soal Latihan 3.1:
1. Sistem operasi merupakan sebuah penghubung antara pengguna dari komputer dengan
perangkat keras komputer. Pengertian sistem operasi secara umum ialah pengelola
seluruh sumber-daya yang terdapat pada system komputer dan menyediakan
sekumpulan layanan (system calls) ke pemakai sehingga memudahkan dan
menyamankan penggunaan serta pemanfaatan sumber-daya sistem komputer
2. OS sebagai perantara antara hardware dan program aplikasi yang beroperasi pada
suatu komputer. OS mengatur semua kegiatan seperti menjalankan program aplikasi,
mengatur alokasi pemakaian memori dan sistem penyimpanan data.
3. Windows, Unix, Linux, Ms DOS
4. Hardware: perangkat/komponen komputer yang tampak dan dapat disentuh, seperti
chip, processor, kabel, keyboard
Software: perangkat komputer berupa program dan dapat diinstalisasi pada komputer
kemudian dieksekusi untuk selanjutnya digunakan oleh pengguna
5. Application software, atau program aplikasi, atau singkatnya disebut juga aplikasi,
merupakan program yang dibangun berisikan fungsi atau metode spesifik yang
digunakan langsung oleh user, misalnya aplikasi perkantoran (office), aplikasi
akunting, AutoCad, dan lain-lain. Program aplikasi ini digunakan oleh user untuk
melakukan pengolahan data sesuai kebutuhan, seperti kebutuhan pengetikan, maka
digunakan program aplikasi perkantoran Microsoft Word (Windows) atau Open
Office.org (Linux).
6. Microsoft Office (Windows), Open Office.org (Linux), dan contoh aplikasi yang dapat
dijalankan di keduanya ialah program aplikasi basis data MySQL.
7. Free: bebas di-download dan digunakan tanpa harus mengurus atau membayar
izin/lisensi, kalaupun diharuskan membayar, hanyalah untuk biaya instalasi
(packaging). Misal: Java Compiler
Open Source: program yang bahasa kodenya dipublikasikan, dan diperbolehkan untuk
dikembangkan lebih lanjut. Contoh: Linux.
Pengantar Komputer Budi Setyono 61/64
8. Ikon merupakan gambar atau objek kecil yang mewakili suatu program, perintah atau
aplikasi tertentu yang mana bila ikon tersebut di klik akan mengeksekusi atau
membuka aplikasi tertentu
9. Alternatif 1 : Pilih menu file kemudian klik close atau exit
Alternatif 2 : Tekan tombol secara bersamaan Alt + F4
Alternatif 3 : Tekan tanda silang “X” pada windows sebelah kanan atas
10. - Pastikan semua program telah ditutup
- Klik Start Menu Program
- Pilih Menu Shut Down
- Klik Shut Down dan Tekan Enter atau Klik OK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BONUS $100

Sound easy? Well it is! PtrVIPclub.com will pay you to receive and read email advertisements related to your selected interest. Introduce Pt...