KATA PENGANTAR
Sistem Informasi Manajemen salah satu matakuliah wajib bagi mahasiswa yang mengambil jurusan yang berbasis komputer. Matakuliah ini memberikan gambaran kepada mahasiswa apa yang dimaksud dengan system dan informasi, serta bagaimana mengelola informasi untuk memecahkan masalah.
Buku pegangan ini dibagi dalam 7 bab. Konsep dasar mengenai system informasi berbasis komputer dibahas dalam bab 1, 2, dan 3. Setelah landasan terbentuk, dijelaskan teori system yang mendasari komputasi bisnis. Bab 4, model sistem perusahaan secara umum dan menjelaskan operasi bisnis dalam istilah system, bab 5, pendekatan system, menyediakan kerangka kerja untuk memahami bagaimana manajer dan spesialis informasi memecahkan masalah. Bab 6 Metodologi Siklus Hidup Sistem, menjelaskan kerangka kerja yang telah dibuat untuk pengembangan system.
Akhir kata, penyusun berharap semoga buku ini bermanfaat bagi pembacanya, dan penyusun menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan buku pegangan ini, oleh karena itu saran dan kritik dari pembaca yang bersifat positif dan membangun sangat diharapkan.
Surakarta, Agustus 2005
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR I
DAFTAR ISI II
BAB 1. MANAJEMEN INFORMASI 1
MANAJEMEN INFORMASI 1
Jenis-jenis Utama Sumber Daya 1
Manajemen Sumber Daya 1
Bagaimana Informasi Dikelola 1
PERHATIAN PADA MANAJEMEN INFORMASI 1
Kompleksitas Kegiatan Bisnis yang Meningkat 1
Kemampuan komputer yang semakin baik 2
SIAPAKAH PARA PEMAKAI 2
Para pemakai komputer 2
Dimana Para Manajer 3
APA YANG DILAKUKAN PARA MANAJER 4
Fungsi - fungsi Manajemen 4
Peran-peran Manajerial 4
KEAHLIAN MANAJEMEN 5
Komunikasi 5
Pemecahan masalah (problem solving) 5
PENGETAHUAN MANAJEMEN 6
Mengerti Komputer (computer literacy) 6
Mengerti Informasi (information literacy) 6
MANAJER DAN SISTEM 6
Sistem 6
Elemen-elemen Sistem 6
Sistem Lingkaran Terbuka (Open Loop System) 7
SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER 7
Spesialis informasi 7
Mencapai CBIS 8
BAB II PERUSAHAAN DAN LINGKUNGANNYA 9
ELEMEN LINGKUNGAN PERUSAHAAN 9
SUMBER DAYA INFORMASI 9
Jenis-jenis Sumber Daya Informasi 9
Mengelola sumber daya informasi 10
END USER COMPUTING SEBAGAI MASALAH STRATEGIS 10
JENIS APLIKASI PEMAKAI AKHIR 11
MANFAAT END USER COMPUTING 11
RESIKO END USER COMPUTING 11
KONSEP MANAJEMEN SUMBER DAYA INFORMASI 12
ELEMEN-ELEMEN IRM 12
BAB III. PENGENALAN E-COMMERCE 13
PENDAHULUAN 13
KELEBIHAN ELECTRONIC COMMERCE 14
KEUNTUNGAN E-COMMERCE 16
PELUANG E-COMMERCE 17
DEFINISI ELECTRONIC COMMERCE 18
RUANG LINGKUP E-COMMERCE 19
KERANGKA DASAR E-COMMERCE 20
BAB IV. MODEL SISTEM UMUM PERUSAHAAN 22
MODEL 22
KEGUNAAN MODEL 23
MODEL SISTEM UMUM 23
Sistem Fisik 23
Sistem Konseptual 24
Sistem Lingkaran Terbuka 24
Sistem Lingkaran Tertutup 24
Dimensi Informasi 25
Pasar Swalayan 25
BAB V. PENDEKATAN SISTEM 26
PENDAHULUAN 26
PEMECAHAN MASALAH 26
STRUKTUR MASALAH 27
PENDEKATAN SISTEM 27
TAHAP PEMECAHAN MASALAH 28
Usaha persiapan 28
Usaha definisi 28
Usaha pemecahan 29
FAKTOR MANUSIA YANG MEMPENGARUHI PEMECAHAN MASALAH 29
Merasakan masalah 29
Mengumpulkan informasi 29
Menggunakan informasi 30
BAB VI. METODOLOGI SIKLUS HIDUP SISTEM 31
SIKLUS HIDUP SISTEM (WATERFALL APPROACH) 31
Pengelolaan Siklus Hidup 31
Tahap-tahap Siklus Hidup Sistem 32
Memantau kemajuan proyek 32
PENDEKATAN LAIN 34
Prototyping 34
Jenis-jenis prototype 35
Keuntungan Prototyping 37
Potensi Kegagalan Prototyping 37
Kapan Prototyping digunakan? 37
DAFTAR PUSTAKA 38
BAB 1. MANAJEMEN INFORMASI
MANAJEMEN INFORMASI
Jenis-jenis Utama Sumber Daya
Manajer mengelola 5 jenis utama sumber daya :
1. Manusia
2. Material
3. Mesin (termasuk fasilitas dan energi)
4. Uang
5. Informasi (ternasuk data)
Empat jenis sumber daya yang pertama memiliki wujud, disebut sumber daya fisik. Informasi memiliki nilai dari apa yang diwakilinya disebut sumber daya konseptual. Tugas manajer adalah mengelola sumber daya agar data digunakan dengan cara yang paling efektif. Para menajer menggunakan sumber daya konseptual untuk mengelola sumber daya fisik.
Manajemen Sumber Daya
• Sumber daya diperoleh dan disusun agar siap digunakan saat diperlukan
• Setelah penyusunan sumber daya, manajer berusaha untuk memaksimalkan penggunaannya
• Meminimalkan waktu yang terbuang dan menjaganya agar berfungsi pada efisiensi puncak
• Akhirnya manajer mengganti sumber daya ini sebelum sumber daya tersebut usang dan tidak efisien
Bagaimana Informasi Dikelola
Aktivitas memperoleh informasi, menggunakannya seefektif mungkin dan membuangnya pada saat yang tepat disebut Manajemen Informasi.
PERHATIAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
Kompleksitas Kegiatan Bisnis yang Meningkat
1. Pengaruh Ekonomi Internasional
• Pengaruh tersebut dapat terlihat pada nilai relatif mata uang dari setiap negara
• Ex. Akhir th. 1980-an banyak turis AS yang memutuskan untuk berlibur di Mexico
2. Persaingan Dunia
• Dampak persaingan dapat terlihat pada impor dari luar negeri
• Ex. Akhir th. 1991 General Motor menutup banyak pabriknya
3. Kompleksitas Teknologi yang Meningkat
• Perusahaan melakukan investasi pada teknologi supaya dapat melaksanakan operasi yang diperlukan
• Ex. Perusahaan mail order AT&T
4. Batas Waktu yang Singkat
• Para wiraniaga melakukan pemasaran melalui telepon (telemarketing) untuk menghubungi pelanggan mereka
• Perintah penjualan dikirim secara elektronik dari satu komputer ke yang lain
• Pabrik membuat jadwal pengiriman material agar tiba tepat pada waktunya
5. Kendala-kendala Sosial
• Keputusan - keputusan bisnis harus didasarkan pada faktor-faktor ekonomis, tapi keuntungan dan biaya sosial harus juga dipertimbangkan
• Ex. perluasan pabrik, produk baru, tempat penjualan baru harus dipertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan.
Kemampuan komputer yang semakin baik
• pemakai sekarang tidak memandang komputer sebagai sesuatu yang istimewa tapi sebagai bagian peralatan kantor yang dibutuhkan
• pemakai sekarang sangat mungkin memiliki komputer mikro
• banyak komputer mikro yang dihubungkan dengan komputer-komputer lain dalam suatu jaringan.
SIAPAKAH PARA PEMAKAI
Para pemakai komputer
1. Manajer
Gagasan untuk menggunakan komputer sebagai suatu SIM, merupakan suatu terobosan karena menyadari kebutuhan para manajer akan informasi untuk pemecahan masalah.
2. Non-Manajer
3. Orang -orang dan organisasi-organisasi dalam lingkungan perusahaan
Dimana Para Manajer
1. Tingkat - tingkat Manajemen
Tingkat Perencanaan Strategis (Strategic Planning Level)
o Direktur, wakil direktur
o Lebih menekankan pada informasi lingkungan dan memilih informasi dalam bentuk ringkas
Tingkat Pengendalian Manajemen (Management Control Level)
o Manajer wilayah, direktur produk dan kepala divis
o Bertanggung jawab untuk melaksanakan rencana dan memastikan tercapainya tujuan
Tingkat Pengendalian Operasional (Operational Control Level)
o Kepala departemen, supervisor dan pemimpin proyek
o Bertanggungjawab menyelesaikan rencana - rencana yang telah ditetapkan.
o Menganggap informasi internal paling penting dan menekankan pada informasi dalam bentuk rinci
Saat merancancang SI penting mempertimbangkan tingkatan manajer, karena dapat mempengaruhi sumber informasi dan cara penyajiannya
2. Area Fungsional
Manajer terdapat dalam berbagai area fungsional perusahaan, dimana sumber-sumber daya dipisahkan menurut pekerjaan yang dilakukan.
3. Area fungsional yang tradisional:
Pemasaran
Manufaktur
Keuangan
Sumber daya manusia
Jasa Informasi
APA YANG DILAKUKAN PARA MANAJER
Fungsi - fungsi Manajemen
Menurut Henri fayol, menyatakan bahwa manajer melaksanakan 5 fungsi- manajemen yang utama:
Plan, merencanakan apa yang mereka lakukan
Organize, mengorganisasikan untuk mencapai rencana
Staff, menyusun staff organisasi dengan sumber daya yang diperlukan
Direct, mengarahkan untuk melaksanakan rencana
Control, mengendalikan sumber daya menjaganya agar tetap beroperasi secara optimal.
Semua manajer apapun tingkatan atau area fungsional, melaksanakan fungsi-fungsi tersebut, dengan penekanan yang berlainan.
Peran-peran Manajerial
Henry Mintzberg mengembangkan kerangka kerja yang lebih rinci yang terdiri dari 10 peran manajerial
Interpersonal Roles
o Figurehead
manajer melaksanakan tugas-tugas seremonial seperti mendampingi pejabat yang berkunjung meninjau fasilitas
o Leader
Manajer memelihara unit dengan mempekerjakan dan melatih staf serta menyediakan motivasi dan dorongan
o Liaison
Manajer menjalin hubungan dengan orang - orang di luar unit manajer tersebut - rekan kerja dan lainnya dilingkungannya dengan tujuan menyelesaikan masalah - masalah bisnis
Informational Roles
o Monitor
manajer secara tetap mencari informasi mengenai kinerja unit
o Spokesperson
Manajer meneruskan informasi yang berharga kepada orang lain di dalam unitnya
Peran Keputusan
o Entrepreneur
Manajer membuat perbaikan-perbaikan yang cukup permanen pada unit, seperti mengubah struktur organisasi
o Disturbance Handler
Manajer bereaksi pada kejadian - kejadian tidak terduga, seperti devaluasi dollar di negara asing yang menjadi tempat operasi perusahaannya
o Negotiator
manajer menengahi perselisihan baik di dalam unitnya maupun antara unit dan lingkungannya
o Resource Allocator
manajer mengendalikan pengeluaran unitnya, menentukan unit bawahan mana yang mendapatkan sumber daya
KEAHLIAN MANAJEMEN
Komunikasi
• Manajer berkomunikasi dengan bawahannya, atasannya, manajer lain di tingkat yang sama dan dengan orang-orang di luar perusahaan.
• Manajer menerima dan mengirimkan informasi dalam bentuk lisan atau tertulis
komunikasi tertulis : laporan, surat dan memo,email, terbitan berkala
komunikasi lisan : rapat, telepon, voice mail, kegiatan sosial
Pemecahan masalah (problem solving)
• dengan membuat perubahan - perubahan pada operasi perusahaan sehingga perusahaan dapat mencapai tujuannya.
• hasil dari aktivitas pemecahan masalah adalah solusi
• manajer terlibat dalam pengambilan keputusan (decision making) yaitu tindakan memilih dari berbagai alternatif tindakan.
• keputusan adalah suatu tindakan tertentu yang telah dipilih.
• manajer membuat keputusan-keputusan berganda dalam proses memecahkan suatu permasalahan tunggal
PENGETAHUAN MANAJEMEN
Mengerti Komputer (computer literacy)
• pengetahuan mengenai komputer yang diperlukan untuk berfungsi di masa kini.
• mencakup mengenai istilah komputer, keunggulan dan kelemahan komputer, kemampuan menggunakan komputer.
Mengerti Informasi (information literacy)
• meliputi pengertian bagaimana menggunakan informasi pada tiap tahap dari prosedur pemecahan masalah, dimana informasi di dapat dan bagaimana membagikan informasi dengan orang lain.
MANAJER DAN SISTEM
Sistem
adalah sekelompok elemen - elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan
Elemen-elemen Sistem
Sumber daya mengalir dari elemen input melalui elemen transformasi menjadi sumber daya output.
Suatu mekanisme kontrol memantau proses transformasi untuk meyakinkan bahwa sistem tersebut memenuhi tujuannya.
Mekanisme kontrol ini dihubungkan pada arus sumber daya dengan memakai suatu lingkaran umpan balik (feedback loop)
Ex. Sistem pemanas, Inputnya bahan bakar seperti gas atau batu bara. Proses pemanasan mengubah bahan bakar menjadi panas (output). Mekanisme kontrolnya adalah thermostat, lingkaran umpan baliknya adalah kawat yang menghubungkan thermostat dengan pemanas dan tujuannya adalah temperatur yang diatur pada thermostat
Ex. Perusahaan manufaktur, sumber daya input adalah bahan mentah yang diubah menjadi barang jadi atau jasa melalui proses manufaktur. Mekanisme kontrolnya adalah manajemen perusahaan tujuannya adalah sasaran-sasaran yang inging dicapai perusahaan dan lingkaran umpan baliknya adalah arus informasi kepada manajemen maupun dari manajemen
Sistem Lingkaran Terbuka (Open Loop System)
• suatu sistem tanpa elemen mekanisme kontrol, lingkaran umpan balik dan tujuan.
• ex. Pemanas ruangan listrik yang kecil yang ditancapkan, menyala dan terus menghasilkan panas hingga alat itu dimatikan. Tidak terdapat cara untuk mengendalikan outputnya
SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER
Sistem informasi berbasis komputer(computer based information system) atau CBIS digunakan untuk membantu manajer dalam memecahkan masalah dan membuat keputusan, berdasarkan informasi yang diolah oleh pengolah informasi. CBIS meliputi SIA, SIM, DSS, virtual office dan system berbasis pengetahuan.
Spesialis informasi
Spesialis informasi merupakan istilah untuk menggambarkan pegawai perusahaan yang bertanggung jawab mengembangkan dan memelihara system berbasis komputer. Ada 5 golongan utama spesialis informasi:
Analis system (system analist)
Analis system adalah pakar dalam mendefinisikan masalah dan menyiapkan dokumentasi tertulis mengenai cara komputer membantu pemecahan masalah. Analis system bekerja sama dengan pemakai mengembangkan system baru dan memperbaiki system yang ada sekarang.
Pengelola database (database administrator)
Pengelola database mempunyai tugas untuk memelihara database dan bekerja sama dengan pemakai dan analis system menciptakan database yang berisi data yang diperlukan untuk menghasilkan informasi bagi pemakai. Database merupakan suatu kumpulan data komputer yang terintegrasi, diatur dan disimpan menurut cara yang memudahkan pengambilan kembali.
Spesialis jaringan (Network specialist)
Spesialis jaringan bekerja sama dengan analis system dan pemakai membentuk jaringan komunikasi data yang menyatukan berbagai sumber daya komputer yang tersebar.
Programmer
Menggunakan dokumentasi yang disiapkan oleh analis system untuk membuat program
Operator
Mengoperasikan peralatan komputer berskala besar seperti komputer mainframe. Operator memantau layar komputer, mengganti ukuran kertas di printer, mengelola tape dan disk storage, dll.
Mencapai CBIS
Setiap subsistem CBIS melalui proses evolusi yang disebut siklus hidup system. Tahap-tahap dari siklus hidup system yaitu:
- Perencanaan
- Analisis
- Rancangan
- Penerapan
- Penggunaan
Gambar 1.1 Siklus Hidup Sistem
BAB II PERUSAHAAN DAN LINGKUNGANNYA
ELEMEN LINGKUNGAN PERUSAHAAN
Elemen lingkunganperusahaan adalah organisasi atau individu yang berada diluar perusahaan yang memiliki pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap perusahaan. Lingkungan suatu perusahaan tidak sama persis dengan lingkungan perusahaan yang lain. Bank memiliki lingkungan yang berbeda dari took alat tulis. Namun terdapat sejumlah kesamaan dengan mengidentifikasikan delapan elemen utama yang ada dalam lingkungan semua perusahaan.
Gambar 2.1 Delapan Elemen Lingkungan
SUMBER DAYA INFORMASI
Jenis-jenis Sumber Daya Informasi
Sumber daya informasi terdiri atas:
• Perangkat keras komputer
• Perangkat lunak komputer
• Spesialis informasi
• Pemakai
• Fasilitas
• Database
• Informasi
Mengelola sumber daya informasi
Unit yang mengelola sumber daya informasi disebut jasa informasi, dikelola oleh manajer. Praktek yang umum terjadi sekarang adalah membentuk jasa informasi sebagai suatu bidang fungsional utama dan menyertakan manajer puncaknya dalam kelompok eksekutif, yang membuat keputusan-keputusan penting penting perusahaan.
Istilah chief information officer (CIO) memiliki pengertian suatu peran yang seharusnya dilaksanakan oleh manajer jasa informasi tingkat puncak. Seorang manajer jassa informasi dapat berperan sebagai CIO dengan mengikuti saran berikut:
• Sediakan waktu untuk bisnis dan pelatihan bisnis.
• Membangun kemitraan dengan unit-unit bisnis dan manajemen lini
• Focus pada perbaikan proses dasar bisnis
• Jelaskan biaya-biaya IS dalam istilah bisnis
• Bangun kepercayaan dengan memberikan jasa IS yang dapat diandalkan
• Jangan bersifat bisnis
End User Computing sebagai Masalah Strategis
Tidak semua orang yang ikut serta dalam EUC mempunyai tingkat pengetahuan yang sama tentang komputer. Para pemakai akhir dapat dikelompokkan menjadi empat golongan berdasarkan kemampuan:
• Pemakai Akhir Tingkat Menu (menu-level end user)
Tidak mampu menciptakan perangkat lunak sendiri, tetapi dapat berkomunikasi dengan perangkat lunak jadi dengan menggunakan menu-menu seperti yang ditampilkan oleh perangkat lunakberbasis Windos dan Mac
• Pemakai Akhir Tingkat Perintah (command level end user)
Dapat menggunakan bahasa perintah untuk melaksanakan operasi aritmetika dan logika pada data.
• Pemakai Akhir Tingkat Programmer (end user programmer)
Dapat menggunakan bahasa pemrograman seperti C++ dan mampu mengembangkan program-program yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka sendiri.
• Personil Pendukung Fungsional (fungsional support personnel)
Merupakan spesialis informasi, tetapi mereka berdedikasi pada area pemakai tertentu dan melapor pada manajer fungsional mereka.
Jenis Aplikasi Pemakai Akhir
Sebagian besar aplikasi end-user terbatas pada:
- Sistem pendukung keputusan (DSS) yang relatif mudah
- Aplikasi virtual office yang memenuhi kebutuhan perseorangan.
Selebihnya adalah tanggung jawab spesialis informasi untuk bekerja sama dengan pemakai dalam mengembangkan:
- Aplikasi SIM dan SIA
- DSS yang rumit
- Virtual office yang memenuhi kebutuhan organisasi
- Sistem berbasis pengetahuan
Manfaat End User Computing
EUC memberi manfaat bagi perusahaan dalam dua cara utama:
a. Menyeimbangkan Kemampuan dan Tantangan
Pemindahan beban kerja dari pengembangan system ke area pemakai membebaskan para spesialis untuk berkonsentrasi pada system yang rumit dan berlingkup organisasi, sehingga mereka dapat bekerja lebih baik pada area bidang tersebut. Para spesialis informasi juga dapat mencurahkan lebih banyak waktu untuk memelihara system yang ada.
b. Mengurangi Kesenjangan Komunikasi
Kesulitan komunikasi antara pemakai dan para spesialis informasi telah mengganggu pengembangan system sejak masa awal adanya komputer. Pemakai memahami bidang permasalahan dengan lebih baik, sebaliknya, spesialis adalah pakar teknologi tetapi tidak menguasai bidang permasalahan. Dengan membiarkan pemakai mengembangkan aplikasi mereka sendiri, tidak ada kesenjangan komunikasi karena tidak diperlukan komunikasi.
Resiko End User Computing
Ketika para pemakai menegmbangkan system mereka sendiri, perusahaan dihadapkan pada sejumlah resiko, yakni:
a. Sistem yang buruk sasarannya
b. System yang buruk rancangan dan dokumentasinya
c. Penggunaan Sumber daya Informasi yang tidak efisien
d. Hilangnya integritas data
e. Hilangnya keamanan
f. Hilangnya pengendalian
KONSEP MANAJEMEN SUMBER DAYA INFORMASI
Manajemen sumber daya informasi (information resource management) atau IRM adalah aktivitas yang dijalankan oleh manajer pada semua tingkatan dalam perusahaan dengan tujuan mengidentifikasi, memperoleh, dan mengelola sumber daya informasi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pemakai.
Elemen-elemen IRM
Agar perusahaan dapat sepenuhnya mencapai IRM, perlu ada serangkaian kondisi tertentu, yakni:
Kesadaran bahwa keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui sumber daya informasi yang unggul
Kesadaran bahwa jasa informasi adalah suatu bidang fungsional utama
Kesadaran bahwa CIO adalah eksekutif puncak
Strategi untuk mendorong dan mengelola end user computing
BAB III. PENGENALAN E-COMMERCE
PENDAHULUAN
Walaupun istilah Electronic Commerc e baru beberapa tahun terakhir mendapat perhatian, sebenarnya Electronic Commerce telah ada dalam berbagai bentuk selama lebih dari 20 tahun. Teknologi yang disebut dengan Electronic Data Interchange (EDI) dan Electronic Funds Transfer (EFT) pertama kali diperkenalkan pada akhir tahun 1970-an. Pertumbuhan penggunaan kartu kredit, Automated Teller Machines dan perbankan via telepon di tahun 1980-an juga merupakan bentuk-bentuk Electronic Commerce.
Komersialisasi dan privatisasi internet yang meningkat beberapa tahun yang lalu, telah menjadi dasar pertumbuhan Electronic Commerce. Infrastruktur digital yang menyediakan sarana efisien untuk komunikasi dan pertukaran informasi menjadi media baru yang menarik untuk Electronic Commerce. Di masa lalu, dunia bisnis bisa melakukan aktivitas antara satu dan lainnya melalui jaringan khusus tapi pertumbuhan drastis dari internet telah merubah paradigma tersebut dan akhirnya menjadikannya lebih luas. Electronic Commerce tradisional saat ini bisa dilakukan oleh pendatang baru dengan skala international.
Istilah e-commerce dapat saja diartikan berbeda-beda oleh setiap orang, yang penting untuk dimengerti adalah persamaan-persamaannya: e-commerce melibatkan lebih dari satu perusahaan, dan dapat diaplikasikan hampir di setiap jenis hubungan bisnis.
Sampai saat ini, website hanya terbatas pada informasi yang diberikan untuk konsumen mengenai perusahaan dan apa yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut. Para pengunjung di website dapat melakukan lebih daripada hanya melihat informasi ini, mereka bisa mengirimkan e-mail atau mengisi sebuah formulir, dan membuat perjanjian yang lebih dari sekedar arti perjanjian secara tradisional. E-commerce mengijinkan anda untuk menjual produk-produk dan jasa secara online. Calon pelanggan atau konsumen dapat menemukan website anda, membaca dan melihat produk-produk, memesan dan membayar produk-produk tersebut secara online.
Terdapat dua jenis perusahaan yang melakukan bisnis di Internet. Jenis yang pertama adalah perusahaan yang semata-mata hanya berada di internet. Perusahaan jenis ini tidak mempunya toko atau melakukan bisnis secara tradisional. Sebagai contoh: amazon.com dan cdnow.com. Sedangkan jenis perusahaan lainnya menggunakan e-commerce di internet sebagai pengganti kegiatan bisnis yang ada. Contoh jenis perusahaan ini adalah Barnes dan Noble. Selain menjual buku-buku di tokonya ke negara lain, Barnes dan Noble mengoperasikan website-nya dimana konsumen dapat mencari buku-buku yang menarik baginya untuk dibeli, dan kemudian mereka dapat memesannya melalui website tersebut.
KELEBIHAN ELECTRONIC COMMERCE
Secara sederhana, perbedaan antara proses perdagangan secara manual dengan menggunakan e-commerce dapat digambarkan pada gambar 1.1 dan gambar 1.2
Gambar 3.1 Proses Bisnis Manual
Gambar 3.2 Proses Bisnis dengan E-Commerce
Dari gambar di atas, jelas terlihat perbedaan mendasar antara proses manual dan dengan e-commerce, dimana pada proses dengan e-commerce terjadi efisiensi pada penggunaan fax, pencetakan dokumen, entry ulang dokumen, serta jasa kurir. Efisiensi tersebut akan menunjukkan pengurangan biaya dan waktu/kecepatan proses. Kualitas transfer data pun lebih baik, karena tidak dilakukan entry ulang yang memungkinkan terjadinya human error.
Secara ringkas e-commerce mampu menangani masalah berikut:
- OTOMATISASI, proses otomatisasi yang menggantikan proses manual. (“enterprise resource planning” concept)
- INTEGRASI, proses yang terintegrasi yang akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses. (“just in time” concept)
- PUBLIKASI, memberikan jasa promosi dan komunikasi atas produk dan jasa yang dipasarkan. (“electronic cataloging” concept)
- INTERAKSI, pertukaran data atau informasi antar berbagai pihak yang akan meminimalkan “human error” (“electronic data interchange/EDI” concept
- TRANSAKSI, kesepakatan antara 2 pihak untuk melakukan transaksi yang melibatkan institusi lainnya sebagai pihak yang menangani pembayaran. (“electronic payment” concept)
KEUNTUNGAN E-COMMERCE
Keuntungan e-commerce bagi bisnis:
Dengan melakukan kegiatan bisnis secara online, perusahaan-perusahaan dapat menjangkau pelanggan di seluruh dunia. Oleh karena itu dengan memperluas bisnis mereka, sama saja dengan meningkatkan keuntungan. Pelaku bisnis dapat mengumpulkan informasi mengenai para pelanggannya melalui penggunaan cookies. Cookies merupakan file kecil yang terdapat di dalam hard disk pemakai pada saat pemakai tersebut memasuki sebuah website. Cookies membantu operator website tadi untuk mengumpulkan informasi mengenai kebiasaan membeli yang dilakukan oleh sekelompok orang. Informasi ini tidak terhingga nilainya bagi bisnis karena informasi tadi menjadikan pelaku bisnis membuat target periklanannya lebih baik dengan informasi yang lebih baik mengenai demografis.
Keuntungan lainnya bahwa e-commerce menawarkan pengurangan sejumlah biaya tambahan. Sebuah perusahaan yang melakukan bisnis di internet akan mengurangi biaya tambahan karena biaya tersebut tidak digunakan untuk gedung dan pelayanan pelanggan (customer service), jika dibandingkan dengan jenis bisnis tradisional. Hal ini membantu perusahaan dalam meningkatkan keuntungannya. Salah satu jenis bisnis yang mengambil keuntungan dari e-commerce adalah perbankan.
Keuntungan e-commerce bagi konsumen:
Seperti halnya bisnis yang berkeinginan merangkul e-commerc e sebagai suatu cara yang sah untuk melakukan kegiatan bisnis, konsumen juga berkeinginan mengambil keuntungan dari seluruh kemungkinan yang ditawarkan oleh e-commerce. Keuntungan yang terbesar bagi konsumen adalah melakukan bisnis secara online dengan mudah. Seorang pembeli di internet dapat menggunakan komputer pribadinya pagi atau malam selama 7 hari per minggu untuk membeli hampir semua barang. Seorang konsumen tidak perlu mengantri di toko atau bahkan meninggalkan rumahnya; yang dilakukan hanya mengklik sebuah produk yang ingin dibelinya, memasukkan informasi kartu kreditnya, kemudian menunggu produk itu tiba melalui pos.
Beberapa perusahaan e-commerce telah membuat proses ini lebih mudah. Beberapa toko online menyimpan informasi kartu kredit pembelinya di server mereka, sehingga informasi yang dibutuhkan hanya dimasukkan sekali saja. Beberapa bisnis online bahkan tidak mengirimkan produk-produknya ke pelanggan melalui pos, khususnya yang menjual software komputer. Sebagai contoh: beyon.com mengizinkan para pelanggannya untuk men-download software yang dibelinya langsung ke komputer mereka. Produk-produk lain seperti video dan musik akan tersedia dengan cara seperti ini pada saat mendatang, sejalan dengan meningkatnya bandwidth dari waktu ke waktu dan waktu download yang meningkat.
Keuntungan lainnya yang ditawarkan oleh e-commerce ke konsumen adalah pengurangan biaya. Perusahaan yang menjual saham secara online, seperti e-trade.com membebankan biaya hanya sekitar $ 10 per perdagangan, yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan membeli saham tersebut melalui perantara saham tradisional.
Secara ringkas keuntungan e-commerce tersebut adalah sebagai berikut:
Bagi Konsumen: harga lebih murah, belanja cukup pada satu tempat.
Bagi Pengelola bisnis: efisiensi, tanpa kesalahan, tepat waktu
Bagi Manajemen: peningkatan pendapatan, loyalitas pelanggan.
PELUANG E-COMMERCE
Dengan memanfaatkan teknologi informasi dengan e-commerce, akan mendatangkan peluang yang luas terutama munculnya proses bisnis baru dan jasa/produk baru dengan diperolehnya pasar baru bagi perusahaan/organisasi yang menggunakan e-commerce. Gambar 1.3 di bawah ini menunjukkan bagaimana e-commerce akan menciptakan peluang baru tersebut.
Gambar 3.3. Peluang E-Commerce
Pada gambar diatas, dijelaskan bahwa terjadi hubungan timbal balik antara pasar baru yang diperoleh dengan pemanfaatan e-commerce, demikian juga hubungan timbal balik antara perusahaan dengan pemasok, konsumen dan partner kerjanya. Hubungan perusahaan dengan pemasok dan partner kerjanya akan memunculkan peluang terciptanya proses bisnis baru, sedangkan hubungan perusahaan dengan konsumen dan partner kerjanya akan memunculkan peluang terciptanya jasa&produk baru yang dihasilkan oleh perusahaan.
DEFINISI ELECTRONIC COMMERCE
Apa sebenarnya arti E-commerce (electronnic commerce atau EC)? E-commerce merupakan suatu istilah yang mulai banyak digunakan belakangan ini, suatu contoh kata yang sering didengungkan, kata yang berhubungan dengan internet dimana tidak seorangpun mengetahui dengan pasti definisi tersebut. Berikut ini akan dipaparkan mengenai pengertian e-commerce yang terdapat pada website atau menurut para ahli yang dituangkan dalam website tersebut.
Pada website whatis.com terdapat pengertian e-commerce yaitu berhubungan dengan pembelian dan penjualan barang atau jasa melalui internet, khususnya World wide web.
Menurut Robert E. Johnson, III (http://www.cimcor.com), e-commerce merupakan suatu tindakan melakukan transaksi bisnis secara elektronik dengan menggunakan internet sebagai media komunikasi yang paling utama.
Pada website ECARM (The Society For Electronic Commerce And Rights Management) dijelaskan bahwa e-commerce secara umum menunjukkan seluruh bentuk transaksi yang berhubungan dengan aktifitas-aktifitas perdagangan, termasuk organisasi dan perorangan yang berdasarkan pada pemrosesan dan transmisi data dijital termasuk teks, suara, dan gambar-gambar visual (OECD, 1997).
Pada website Planetweb E-commerce Solutions, e-commerce memiliki arti bahwa sebuah website dapat menjadi sebuah modal bagi perusahaan, dimana website tersebut dapat menghasilkan uang dan dapat menggambarkan perusahaan anda di internet pada saat yang bersamaan.
Pada website E-commerce Net, secara sederhana dijelaskan bahwa e-commerce adalah menjual barang dagangan dan / atau jasa melalui internet. Seluruh pelaku yang terlibat dalam bisnis praktis diaplikasikan disini, seperti customer service, produk yang tersedia, kebijakan-kebijakan pengembalian barang dan uang, periklanan, dll.
Menurut Gary Coulter dan John Buddemeir (E-commerce Outline) : e-commerce berhubungan dengan penjualan, periklanan, pemesanan produk, yang semuanya dikerjakan melalui internet. Beberapa perusahaan memilih untuk menggunakan kegiatan bisnis ini sebagai tambahan metode bisnis tradisional, sementara yang lainnya menggunakan internet secara eksklusif untuk mendapatkan para pelanggan yang berpotensi.
Menurut Donna Perry, pengertian e-commerce sangat sederhana yaitu kemampuan untuk melakukan bisnis secara elektronik melalui komputer, fax, telefon, dsb. Menurutnya untuk menjual produk dan / atau jasa di internet, sebuah perusahaan
membutuhkan :
• Komputer – bukan hanya beberapa komputer, tetapi dibutuhkan sebuah server dengan kapasitas besar dan kecepatan tinggi yang memungkinkan Secure Socket Layer (SSL) mempunyai enkripsi yang aman. Server ini harus benar-benar stabil.
• Merchant account – yang diperoleh melaui sebuah bank atau institusi keuangan dan mengizinkan perusahaan menerima kartu kredit sebagai bentuk pembayarannya. Rekening ini sebaiknya menggunakan sebuah institusi yang mengetahui tentang perdagangan di internet dan yang menawarkan pemrosesan transaksi online secara real-time.
• Website – sebuah website e-commerce.
RUANG LINGKUP E-COMMERCE
Berdasarkan ruang lingkupnya, merupakan bagian dari Electronic Business seperti
digambarkan pada gambar 1.4 berikut :
Gambar 3.4 Electronic Business
ELECTRONIC BUSINESS, merupakan lingkup aktivitas perdagangan secara elektronik dalam arti luas.
ELECTRONIC COMMERCE, merupakan lingkup perdagangan yang dilakukan secara elektronik, dimana di dalamnya termasuk :
• Perdagangan via Internet (Internet Commerce)
• Perdagangan dengan fasilitas Web Internet (Web-Commerce)
• Perdagangan dengan sistem pertukaran data terstruktur secara elektronik (Electronic Data Interchange/EDI).
KERANGKA DASAR E-COMMERCE
Aplikasi e-commerce disusun berdasarkan infrastruktur teknologi yang sudah ada, yaitu kombinasi antara komputer, jaringan komunikasi, dan software komunikasi sehingga menjadi Information Superhighway. Gambar 1.5 menunjukkan berbagai aplikasi e-commerce yang tidak akan berjalan tanpa hal-hal yang terdapat dalam infrastruktur berikut:
• Jasa bisnis umum, sebagai jasa untuk proses pembelian & penjualan.
• Distribusi pesan dan informasi, sebagai sarana pengiriman dan pengambilan informasi.
• Isi Multimedia dan Publikasi Jaringan, untuk pembuatan produk dan sarana mengkomunikasikannya.
• Information Superhighway, sebagai landasan utama untuk penyediaan system highway (jalan utama) dimana seluruh aktivitas e-commerce akan menggunakan jalan utama tersebut.
BAB IV. MODEL SISTEM UMUM PERUSAHAAN
MODEL
Model adalah penyederhanaan (abstraksi) dari sesuatu yang mewakili sejumlah objek atau aktivitas, yang disebut entitas (entity).
Jenis- jenis model
1. Model Fisik
Model ini adalah penggambaran entitas dalam bentuk tiga dimensi atau bentuk nyata. Model ini biasanya berupa maket atau prototipe produk yang menggambarkan bagaimana hasil akhir produk tersebut.
Model ini memiliki skala nilai paling kecil bagi para manajer dalam pemecahan masalah manajemen.
2. Model Naratif
Model yang penggambaran entitasnya secara lisan atau tulisan deskriptif. Model yang digunakan oleh manajer setiap hari. Salah satu bentuk model naratif yang popular adalah komunikasi bisnis.
3. Model Grafik
Model yang penggambarannya entitasnya menggunakan sejumlah garis, simbol, atau bentuk disebut model grafik. Kebanyakan digunakan di dunia bisnis untuk mengkomunikasikan informasi, seperti grafik keuangan perusahaan, kondisi pasar dan sebagainya.
Model grafik juga digunakan dalam rancangan sistem informasi. Banyak peralatan yg digunakan oleh sistem analis dan programmer yang bersifat grafik, seperti bagan arus (flowchart) dan diagram arus data (data flow diagram).
4. Model Matematika
Keunggulan dari model ini adalah ketelititannya dalam menjelaskan hubungan antara berbagai bagian dari suatu objek dengan persamaan matematika. Model matematika dapat menangani hubungan-hubungan yang berdimensi lebih banyak daripada model grafik yang dua dimensi ataupun model fisik yang tiga dimensi, hal ini disebabkan oleh sifat model matematika yang multidimensional. Model inipun mempunyai kemampuan prediksi
Kelebihan:
• Model ini tidak mengenal geografis (siapa saja yang mengerti simbol matematis tentu dapat mengerti model tsb)
• Ketepatan hubungan diantara bagian dari suatu obyek dapat dideskripsikan
Contoh: BEP = TFC / P – C
KEGUNAAN MODEL
1. Mempermudah Pengertian
Suatu model pastilah lebih sederhana dari entitas yang diwakilinya dan entitas akan lebih mudah dimengerti jika elemen-elemen dan hubungannya disajikan dalam bentuk yang telah disederhanakan.
2. Mempermudah Komunikasi
Model dapat mengkomunikasikan informasi secara akurat kepada orang-orang yang telah mengerti makna dari berbagai bentuk, kata-kata, grafik, atau persamaan matematika entitas tersebut.
3. Memperkirakan Masa Depan
Prediksi hanya bisa didapat dari model matematika yang ketelitiannya dalam menggambarkan entitas membuatnya dapat memberikan kemampuan yang tidak dapat disediakan oleh model-model yang lain.
MODEL SISTEM UMUM
Merupakan suatu diagram grafik beserta narasi yang menggambarkan semua organisasi secara umum, dengan menggunakan kerangka kerja sistem.
Sistem Fisik
Merupakan sistem terbuka yang berhubungan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya fisik, dimana input datang dari lingkungan perusahaan, terjadi suatu transformasi dan akhirnya output dikembalikan ke lingkungan yang sama.
1. Arus Material
Material input diterima dari pemasok bahan mentah dan komponen rakitan. Material ini lalu disimpan sampai dibutuhkan dalam proses transformasi.
Material kemudian masuk dalam kegiatan manufaktur, setelah melalui proses transformasi material yang sudah berubah menjadi barang jadi disimpan untuk kemudian menjadi output yang disitribusikan ke pasar.
2. Arus Personil
Input personil berasal dari lingkungan, yang biasanya diproses oleh fungsi sumber daya manusia kemudian ditugaskan ke berbagai area fungsional dimana mereka terlibat dalam proses transformasi baik langsung maupun tak langsung.
3. Arus Mesin
Mesin-mesin diperoleh dari pemasok dan biasanya berada untuk jangka waktu lama. Mesin adalah sumber daya yang terlibat secara langsung dalam berbagai bentuk, input, pemrosesan, dan output.
4. Arus Uang
Uang terutama diperoleh dari pemilik sebagai modal dan dari pembeli yang memberikan pendapatan penjualan ataupun dari berbagai lembaga yang memberikan pinjaman dan juga pemerintah.
Sistem Konseptual
Sebagian Sistem terbuka dapat mengendalikan operasinya sendiri, sebagian tidak. Pengendalian dicapai dengan menggunakan lingkaran umpan balik (feedback), yang menyediakan suatu jalur bagi sinyal-sinyal dari sistem ke mekanisme-mekanisme pengendalian dan dari mekanisme pengendalian kembali ke sistem.
Mekanisme pengendalian adalah sejenis alat yang menggunakan sinyal-sinyal umpan balik untuk mengevaluasi kinerja sistem dan menentukan apakah tindakan perbaikan perlu dilakukan.
Sistem Lingkaran Terbuka
Suatu sistem tanpa umpan balik ataupun mekanisme pengendalian. Tidak terdapat umpan balik dari system untuk mempengaruhi perubahan-perubahan dalam sistem.
Sistem Lingkaran Tertutup
Suatu sistem yang memiliki umpan balik dan mekanisme pengendalian. Sistem ini dapat mengendalikan output dengan membuat penyesuain pada input-nya. Contoh dari mekanisme pengendalian adalah manajemen perusahaan.
Dimensi Informasi
Relevansi, informasi memiliki relevansi jika berkaitanlangsung dengan masalah yang dihadapi
Akurasi, semakin tinggi persentasi ketelitian semakin baik.
Ketepatan Waktu, informasi harus tersedia saat dibutuhkan agar situasi tetap terkendali atau hilangnya kesempatan.
Kelengkapan, Informasi yang menyajikan gambaran secara lengkap dari suatu masalah sangat dibutuhkan.
CONTOH PENGGUNAAN MODEL SISTEM UMUM
Pasar Swalayan
Arus Material : barang – barang yang dijual.
Arus personil : manajer toko, pegawai gudang, kasir.
Sumber daya mesin : lemari pendingin, kotak peraga, rak-rak, dan komputer.
Arus uang : pemasukan terutama disediakan oleh pembeli dan pengeluaran kepada
pemasok , pegawai dan pemilik.
Proses transformasi : pembungkusan barang, mengatur barang di rak.
Elemen manajemen sistem konseptual : manajer toko dan asisten.
Pengolah informasi : komputer dan pembaca barcode serta kasir.
BAB V. PENDEKATAN SISTEM
PENDAHULUAN
Suatu pendekatan sistematis untuk pecahan masalah telah diciptakan yang terdiri
dari tiga jenis usaha :
- Persiapan
- Definisi
- Solusi
Dalam mempersiapkan pemecahan masalah, manajer memandang perusahaan sebagai suatu sistem dengan memahami lingkungan perusahaan dan mengidentifikasi subsistem-subsistem dalam perusahaan. Dalam mendefinisikan masalah, manajer bergerak dari tingkat sistem ke subsistem dan menganalisis bagian-bagian sistem menurut suatu urutan tertentu. Dalam memecahkan masalah manajer mengidentifikasi berbagai solusi altenatif, mengevaluasinya, memilih yang terbaik, menerapkannya, dan membuat tindak lanjut untuk memastikan bahwa solusi itu berjalan sebagai mana mestinya.
PEMECAHAN MASALAH
Dengan kenyataan tersebut, kita mendefinisikan masalah sebagai suatu kondisi yang memiliki potensi untuk menimbulkan kerugian luar biasa atau menghasilkan keuntungan luar bisa. Jadi pemecahan masalah berarti tindakan memberi respon terhadap masalah untuk menekan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang keuntungannya. Pentingnya pemecahan masalah bukan didasarkan pada jumlah waktu yang dihabiskan tetapi pada konsekuensinya. Keputusan adalah pemilihan suatu strategi atau tindakan.
Pengambilan keputusan adalah tindakan memilih strategi atau aksi yang manajer yakini akan memberikan solusi terbaik atas masalah tersebut. Salah satu kunci pemecahan masalah adalah identifikasi berbagai alternatif keputusan. Solusi bagi suatu masalah harus mendayagunakan sistem untuk memenuhi tujuannya, seperti tercermin pada standar kinerja sistem. Standar ini menggambarkan keadaan yang diharapkan, apa yang harus dicapai oleh sistem.
Selanjutnya manajer harus memiliki informasi yang terkini, Informasi itu menggambarkan keadaan saat ini, apa yang sedang dicapai oleh sistem. Jika keadaan
saat ini dan keadaan yang diharapkan sama, tidak terdapat masalah dan manajer tidak mengambil tindakan. Jika kedua keadaan itu berbeda, sejumlah masalah merupakan penyebabnya dan harus dipecahkan.
Perbedaan antara keadaan saat ini dan keadaan yang diharapkan menggambarkan kriteria solusi (solution criterion), atau apa yang diperlukan untu mengubah keadaan saat ini menjadi keadaan yang diharapkan. Setelah berbagai alternatif diidentifikasi, sistem informasi dapat digunakan umtuk mengevaluasi tiap alternatif. Evaluasi ini harus mempertimbangkan berbagai kendala (constraints) yang mungkin, baik intern maupun extern / lingkungan.
1. Kendala intern dapat berupa sumber daya yang terbatas, seperti kurangnya bahan baku, modal kerja, SDM yang kurang memenuhi syarat, dan lain lain.
2. Kendala lingkungan dapat berupa tekanan dari berbagai elemen lingkungan, seperti pemerintah atau pesaing untuk bertindak menurut cara tertentu. Gejala adalah kondisi yang dihasilkan oleh masalah. Sangat sering para manajer melihat gejala dari pada masalah. Gejala menarik perhatian manajer melalui lingkaran umpan balik. Namun gejala tidak mengungkapkan seluruhnya, bahwa suatu masalah adalah penyebab dari suatu persoalan, atau penyebab dari suatu peluang.
STRUKTUR MASALAH
Masalah terstruktur terdiri dari elemen-elemen dan hubungan-hubungan antar elemen yang semuanya dipahami oleh pemecah masalah. Masalah tak terstruktur berisikan elemen-elemen atau hubungan-hubungan antar elemen yang tidak dipahami oleh pemecah masalah.
Sebenarnya dalam suatu organisasi sangat sedikit permasalahan yang sepenuhnya terstruktur atau sepenuhnya tidak terstruktur. Sebagaian besar masalah adalah masalah semi-terstruktur, yaitu manajer memiliki pemahaman yang kurang sempurna mengenai elemen-elemen dan hubungannya. Masalah semi-terstruktur adalah masalah yang berisi sebagian elemen-elemen atau hubungan yang dimengerti oleh pemecah masalah.
PENDEKATAN SISTEM
Proses pemecahan masalah secara sistematis bermula dari John Dewey, seorang profesor filosofi di Columbia University pada awal abad ini. Dalam bukunya tahun 1910, ia mengidentifikasi tiga seri penilaian yang terlibat dalam memecahkan masalah suatu kontroversi secara memadai yaitu:
a. Mengenali kontroversi
b. Menimbang klaim alternatif
c. Membentuk penilaian
Kerangka kerja yang dianjurkan untuk penggunaan komputer dikenal sebagai pendekatan sistem. Serangkaian langkah-langkah pemecahan masalah yang memastikan bahwa masalah itu pertama-tama dipahami, solusi alternatif dipertimbangkan, dan solusi yang dipilih bekerja.
TAHAP PEMECAHAN MASALAH
Dalam memecahkan masalah kita berpegangan pada tiga jenis usaha yang harus dilakukan oleh manajer yaitu usaha persiapan, usaha definisi, dan usaha solusi / pemecahan.
Usaha persiapan, mempersiapkan manajer untuk memecahkan masalah dengan menyediakan orientasi sistem.
Usaha definisi, mencakup mengidentifikasikan masalah untuk dipecahkan dan kemudian memahaminya.
Usaha solusi, mencakup mengidentifikasikan berbagai solusi alternatif, mengevaluasinya, memilih salah satu yang tampaknya terbaik, menerapkan solusi itu dan membuat tindak lanjutnya untuk menyakinkan bahwa masalah itu terpecahkan.
Sistem informasi berbasis komputer atau CBIS dapat digunakan sebagai system dukungan (support systems) saat menerapkan pendekatan sistem.
Usaha persiapan
Tiga langkah persiapan tidak harus dilaksanakan secara berurutan, karena ketiganya bersama-sama menghasilkan kerangka pikir yang diinginkan untuk mengenai masalah. Ketiga masalah itu terdiri dari:
a) Memandang perusahaan sebagai suatu sistem
b) Mengenal sistem lingkungan
c) Mengidentifikasikan subsistem-subsistem perusahaan
Usaha definisi
Usaha definisi mencakup pertama-tama menyadari bahwa suatu masalah ada atau akan ada (identifikasi masalah) dan kemudian cukup mempelajarinya untuk mencari solusi (pemahaman masalah). Usaha definisi mencakup dua langkah yaitu :
d) Bergerak dari tingkat sistem ke subsistem
e) Menganalisis bagian-bagian sistem dalam suatu urutan tertentu
Usaha pemecahan
Usaha pemecahan meliputi pertimbangan berbagai alternatif yang layak (feasible), pemilihan alternatif terbaik, dan penerapannya.
FAKTOR MANUSIA YANG MEMPENGARUHI PEMECAHAN MASALAH
Tiap manajer memiliki gaya pemecahan masalah yang unik. Gaya mereka mempengaruhi bagaimana mereka terlibat dalam merasakan masalah, mengumpulkan informasi, dan menggunakan informasi.
Merasakan masalah
Manajer dapat dibagi dalam tiga kategori dasar dalam hal gaya merasakan masalah (problem solving styles) mereka, yaitu bagaimana mereka menghadapi masalah.
o Penghindar masalah (problem avoider), manajer ini mengambil sikap positif dan menganggap bahwa semua baik-baik saja. Ia berusaha menghalangi kemungkinan masalah dengan mengabaikan informasi atau menghindarinya sepanjang perencanaan.
o Pemecah masalah (problem solver), manajer ini tidak mencari masalah juga tidak menghalanginya. Jika timbul suatu masalah, masalah tersebut dipecahkan.
o Pencari masalah (problem seeker), manajer ini menikmati pemecahan masalah dan mencarinya.
Mengumpulkan informasi
Para manajer dapat menunjukkan salah satu dari dua gaya mengumpulkan informasi (information-gathering styles) atau sikap terhadap total volume informasi yang tersedia bagi mereka.
o Gaya teratur (preceptive style), manajer jenis ini mengikuti management by exception dan menyaring segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan area minatnya.
o Gaya menerima (receptive style), manajer jenis ini ingin melihat semuanya, kemudian menentukan apakah informasi tersebut bernilai baginya atau orang lain dalam organisasi.
Menggunakan informasi
Manajer juga cenderung lebih menyukai salah satu dari dua gaya menggunakan informasi (information-using styles), yaitu cara-cara menggunakan informasi untuk memecahkan suatu masalah.
o Gaya sistematik (systematic style), manajer memberi perhatian khusus untuk mengikuti suatu metode yang telah ditetapkan, misalnya pendekatan sistem.
o Gaya intuitif (intuitive style), manajer tidak lebih menyukai suatu metode tertentu tetapi menyesuaikan pendekatan dengan situasi.
BAB VI. METODOLOGI SIKLUS HIDUP SISTEM
SIKLUS HIDUP SISTEM (WATERFALL APPROACH)
Siklus hidup system adalah proses evolusioner yang diikuti dalam menerapkan system atau subsistem informasi berbasis komputer. Siklus hidup system terdiri dari serangkaian tugas yang erat yang mengikuti langkah-langkah pendekatan system. Karena tugas-tugas tersebut mengikuti suatu pola yang teratur dan dilakukan top-down, sering disebut sebagai pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembangan dan penggunaan system.
Pengelolaan Siklus Hidup
Siklus hidup system yang pertama dikelola oleh manajer unit jasa informasi, dibantu oleh manajer dari analis system, pemrograman dan operasi.
Tanggung jawab eksekutif
Ketika system memiliki nilai strategis atau mempengaruhi seluruh organisasi, direktur utama atau komite eksekutif mungkin memutuskan untuk mengawasi proyek pengembangannya.
Komite Pengarah SIM
Banyak perusahaan membuat komite khusus, dibawah tingkat komite eksekutif, yang bertanggung jawab atas pengawasan seluruh proyek system, yakni komite pengarah. Tujuan komite tersebut memberikan petunjuk, pengarahan, dan pengendalian yang berkesinambungan terhadap penggunaan sumber daya komputer perusahaan. Komite pengarah SIM melaksanakan tiga fungsi utama:
• Menetapkan kebijakan yang memastikan dukungan komputer untuk mencapai tujuan strategis perusahaan.
• Menjadi pengendali keuangan dengan bertindak sebagai badan yang berwenang memberi persetujuan bagi semua permintaan dana yang berhubungan dengan komputer
• Menyelesaikan pertentangan yang timbul sehubungan dengan prioritas penggunaan komputer.
Kepemimpinan proyek
Tim proyek meliputi semua orang yang ikut serta dalam pengembangan system berbasis komputer. Sebuah tim terdiri dari pemakai, spesialis informasi, dan juga auditor internal. Auditor memastikan bahwa rancangan system memenuhi persyaratan tertentu dalam hal akurasi, pengendalian, keamanan dan dapat di audit. Tim proyek tidak berkelanjutan dan biasanya dibubarkan ketika penerapan system selesai.
Tahap-tahap Siklus Hidup Sistem
A. Tahap Perencanaan
Keuntungan yang dapat diperoleh dari merencanakan suatu proyek CBIS:
• Menentukan lingkup proyek
• Mengenali berbagai area permasalahan potensial
• Mengatur urutan tugas
• Memberikan dasar untuk pengendalian
Langkah-langkah dalam tahap perencanaan:
1. Menyadari masalah
2. Mendefinisikan masalah
3. Menentukan tujuan system
4. Identifikasi Kendala/Batasan system
5. Membuat studi kelayakan
6. Usulan penelitian system
7. Menyetujui atau menolak penelitian proyek
8. Menetapkan mekanisme pengendalian
Memantau kemajuan proyek
Setelah jadwal proyek ditetapkan, jadwal itu harus didokumentasikan dalam bentuk yang memudahkan pengendalian. Berbagai teknik dokumentasi dapat digunakan, termasuk berbagai jenis table, grafik, dan diagram.
B. Tahap Analisis
Analis sistem adalah penelitian atas system yang telah ada dengan tujuan untuk merancang system baru atau diperbarui. Langkah-langkah dalam tahap analisis:
1. Mengumumkan Penelitian Sistem
2. Mengorganisasikan tim proyek
3. Mendefinisikan kebutuhan informasi
4. Mendefinisikan Kriteria Kinerja Sistem
5. Menyiapkan usulan rancangan
6. Menyetujui atau menolak Rancangan Proyek
C. Tahap Perancangan
Rancangan system adalah penentuan proses dan data yang diperlukan oleh system baru. Jika system itu berbasis komputer, rancangan dapat menyertakan spesifikasi jenis peralatan yang akan digunakan. Langkah-langkah dalam tahap perancangan:
1. Merancang system yang terinci
2. Mengidentifikasi berbagai alternatif konfigurasi sistem
3. Mengevaluasi berbagai alternatif konfigurasi system
4. Memilih Konfigurasi terbaik
5. Menyiapkan usulan penerapan
6. Menyetujui atau menolak Penerapan sistem
D. Tahap Implementasi
Implementasi menerapkan kegiatan dan mengintegrasikan sumber daya fisik dan konseptual yang menghasilkan suatu system bekerja. Langkah-langkah dalam tahap Implementasi:
1. Merencanakan penerapan
2. Mengumumkan penerapan
3. mendapatkan sumber daya perangkat keras
4. Mendapatkan sumber daya perangkat lunak
5. Menyiapkan database
6. Menyiapkan fasilitas fisik
7. Mendidik Peserta dan pemakai
8. Menyiapkan usulan cutover
9. Menyetujui atau menolak masuk ke system yang baru
10. Masuk ke system yang baru (cutover)
Percontohan (Pilot)
Sistem percobaan yang diterapkan dalam satu subset dari keseluruhan operasi, seperti pada kantor atau daerah tertentu. Jika percontohan ini sukses, system akan diterapkan pada operasi selebihnya, dengan menggunakan salah satu dari tiga pendekatan cutover lainnya
Serentak (Immediate)
Beralih dari system lama ke system baru pada saat yang ditentukan. Pendekatan ini layak pada system yang kecil, karena permasalahan waktu semakin besar jika skala operasi meningkat.
Bertahap(Phased)
Sistem baru digunakan berdasarkan bagian per bagian pada suatu waktu. Cutover bertahap lebih popular untuk system berskala besar.
Paralel(Parallel)
Sistem lama dipertahankan sampai system baru telah diperiksa secara menyeluruh. Pendekatan ini memberikan pengamanan yang paling baik terhadap kegagalan tetapi yang paling mahal karena kedua sumber daya harus dipertahankan.
E. Tahap Penggunaan
Tahap penggunaan terdiri dari 3 langkah:
1. Menggunakan system
2. Audit system
3. Memelihara system
Memperbaiki kesalahan
Menjaga kemutakhiran system
Meningkatkan sistem
4. Menyiapkan usulan rekayasa ulang
5. Menyetujui atau menolak rekayasa ulang sistem
PENDEKATAN LAIN
Siklus hidup system dengan pendekatan waterfall, lebih sesuai pada masa awal komputer disbanding saat ini. Pemakai bersabar untuk menunggu proses tahap demi tahap. Pemakai masa kini, mengerti keuntungan dari penggunaan komputer dan tidak dapat menunggu lama. Demi memberi respon yang lebih baik bagi kebutuhan pemakai, spesialis inormasi telah membuat modifikasi pada siklus hidup system.
Prototyping
Prototipe memberikan ide bagi pembuat maupun pemakai potensial mengenai cara system berfungsi. Proses menghasilkan sebuah prototype disebut prototyping.
Jenis-jenis prototype
Pengembangan Prototipe jenis I
Gambar 6.1 Prototipe I
Pengembangan Prototipe jenis II
Gambar 6.2 Prototipe II
Keuntungan Prototyping
- Komunikasi antara analis system dan pemakai membaik
- Analis dapat bekerja dengan lebih baik dalam menentukan kebutuhan pemakai
- Pemakai berperan aktif dalam pengembangan system
- Spesialis informasi dan pemakai menghabiskan lebih sedikit waktu dan usaha dalam mengembangkan system
- Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkan
Keuntungan ini memungkinkan prototyping menghemat biaya pengembangan dan meningkatkan kepuasan pemakai dengan system yang dihasilkan.
Potensi Kegagalan Prototyping
- Ketergesaan untuk membuat prototype mungkin menghasilkan jalan pintas dalam definisi permasalahan, evaluasi alternatif, dan dokumentasi.
- Pemakai mungkin mengharapkan sesuatu yang tidak realistis karena tertarik dengan prototipenya
- Prototipe jenis I mungkin tidak seefisien system yang dikodekan dalam bahasa pemrograman
- Hubungan komputer-manusia mungkin tidak mencerminkan teknik perancangan yang baik.
Kapan Prototyping digunakan?
- Resiko tinggi
Masalah tidak terstruktur baik, terdapat perubahan yang tinggi Dario waktu ke waktu, dan persyaratan data tidak menentu
- Pertimbangan Interaksi pemakai
Sistem menyediakan dialog on-line antara pemakai dan komputer mikro atau terminal
- Jumlah pemakai banyak
Kesepakatan mengenai rincian rancangan sukar dicapai tanpa pengalaman langsung
- Dibutuhkan penyelesaian yang cepat
- Perkiraan tahap penggunaan system yang pendek
- Sistem yang inovatif
- Perilaku pemakai yang sukar ditebak
Pemakai tidak mempunyai pengalaman sebelumnya dengan system.
DAFTAR PUSTAKA
Raymond McLeod, Jr, Sistem Informasi Manajemen, Prentice Hall, 1998
Tidak ada komentar:
Posting Komentar